Minggu, 28 Maret 2010

Pantai Sampirang, Hasil dari salah arah tujuan travelingku.



Rencana awalnya sebenarnya pingin mengunjungi hutan wisata Tangkoko di wilayah kota Bitung Sulawesi Utara, namun karena mendapatkan petunjuk arah yang salah dari beberapa orang yang kami tanyai, akhirnya kami nyasar menuju arah Timur dari kota Bitung dan menembus gunung dua bersaudara ke arah Batu Putih Likupang, pada Minggu, 29 Maret 2010 kemarin.



Awalnya sih sempat menyesal karena tidak menemukan tempat dari tujuan semula, namun karena jika mau berbalik arah lagi sudah terlalu jauh, maka kami putuskan untuk terus melanjutkan perjalanan, apalagi trek atau jalur tersebut memang belum pernah sama sekali kami lewati, sehingga menimbulkan tantangan baru bagi saya untuk melakukan penjelajahan lebih lagi.



Katanya nanti ada sebuah pantai Batu Putih yang juga merupakan objek wisata yang akan kami lewati. Namun jalan masuk ke arah lokasi pantai itu ternyata juga sudah kami lewati, karena tidak ada petunjuk jalan atau papan nama yang mengarahkan kami kelokasi tersebut. Kami baru sadar ketika kami menemukan sebuah lokasi pantai yang lumayan indah dengan konstur pantainya yang memanjang dengan pasir putihnya, serta beberapa perahu nelayan tertambat di bibirnya. Saya pikir inilah pantai Batu Putihnya, namun setelah saya tanya pada salah seorang penduduk setempat yang sedang asyik memperbaiki perahunya, ternyata pantai yang kami kunjungi tersebut bukan pantai Batu Putih namun pantai Sampirang.



Meskipun sedikit tersesat, namun lumayanlah mendapatkan lokasi baru untuk treveling pada weekend kali ini. Pantai Sampirang ini memang jarang menjadi rekomendasi tujuan wisata, dan belum dikenal banyak orang di sekitar Sulawesi Utara. Namun di tempat itu sebenarnya sudah berdiri satu kotek/villa yang dikelola oleh perseorangan, yang letaknya tepat dipinggir pantai. Selain perahu-perahu kecil yang tertambat di sepanjang pantai, di tengah-tengah laut juga banyak dijumpai semajam Jermal, yaitu sebuah alat tradisional untuk menangkap ikan yang bentuknya seperti gubug-gubug kecil di tengah laut.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...