Foto ini sebenarnya sudah lama jadi draff di list posting, namun lupa untuk di terbitkan. Beberapa foto ini sebenarnya diambil hampir bersamaan ketika saya melakukan traveling ke pantai sampirang pada (28 Maret 2010) lalu, pulangnya hampir sore kami sempatkan mampir ke pelabuhan yang di bangun oleh Pemkab Minahasa Utara di daerah Likupang. Namun nampak hanya satu kapal saja yang bersandar. Karena memang pelabuhan ini masih tampak sepi dari aktivitas layaknya pelabuhan-pelabuhan lainnya.
Minggu, 28 Maret 2010
Di Pelabuhan Likupang Minahasa Utara
Foto ini sebenarnya sudah lama jadi draff di list posting, namun lupa untuk di terbitkan. Beberapa foto ini sebenarnya diambil hampir bersamaan ketika saya melakukan traveling ke pantai sampirang pada (28 Maret 2010) lalu, pulangnya hampir sore kami sempatkan mampir ke pelabuhan yang di bangun oleh Pemkab Minahasa Utara di daerah Likupang. Namun nampak hanya satu kapal saja yang bersandar. Karena memang pelabuhan ini masih tampak sepi dari aktivitas layaknya pelabuhan-pelabuhan lainnya.
Rabu, 24 Maret 2010
Kenapa Ayahku menyuruhku belajar pada semut
Ada satu yang menarik ketika ku pulang mudik pada akhir bulan Desember tahun lalu. Yaitu sebuah nasehat dari orang tuaku khususnya Ayahku yang selama ini jarang aku dengar wejangan-wejangan (nasehat) dari beliau, apalagi yang dihubung-hubungkan dengan ayat-ayat dalam alkitab. Karena ku tahu Beliau belum lama mengenal Yesus secara pribadi sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, dan merelakan diri di baptis pada Desember tahun 2008 lalu. Sekarang tanpa ku sadari beliau selama ini lebih rajin daripada aku dalam membaca dan merenungkan Firman Tuhan dalam Alkitab. Dan beliau lebih mendalami mempelajari filosofi-filosofi hidup yang diambil dari ayat-ayat alkitab tersebut.
Pada suatu ketika tiba-tiba beliau berkata, "jika kau mau hidup untuk masa depanmu, kamu harus belajar pada semut." Aku pun mencoba bertanya, "Kenapa aku harus belajar pada semut, makhluk kecil yang lemah dan mengganggu tersebut. Kenapa tidak kepada Prof. Dr.. atau kepada siapa kek orang yang lebih pintar". Namu ayahku dengan sabar menunjukan sesuatu kepadaku, yaitu pada sepotong kue yang jatuh di lantai rumahku. Remah-remah kue tersebut ternyata sudah di kerumuni oleh sekoloni semut kecil yang mengerubungi. Mereka membentuk barisan dari salah satu sudut rumahku, dan disana terdapat celah-celah lobang kecil dan mungkin ini adalah tempat sarangnya. Potongan kue tersebut berada di dekat meja makan berada beberapa meter dari sarang semut tersebut.
"coba kamu perhatikan tingkah laku semut-semut tersebut" Printah ayahku.
Aku pun mencoba mengamati dengan seksama tingkah dari semut-semut itu, seperti apa yang diperintahkan oleh ayahku.
Semut-semut itu berbaris rapi dari salah satu lobang kecil menuju pusat makanan yaitu kue tersebut. Setiap kali berpapasan dengan sesamanya, semut-semut tersebut seperti saling bersentuhan seperti menyapa satu sama lain dengan mendekatkan kepalanya masing-masing. Entah itu seperti bentuk komunikasi atau bentuk sapaan ala semut. Kemudian mereka mengerumuni potongan kue yang besarnya beberapa kali lipat dari besar tubuhnya. Sedikit demi sedikit potongan kue tersebut bergerak. Sungguh sesuatu yang menarik adalah mereka melakukannya dengan bergotong royong dan kerja sama team yang kompak. Semua personil semut nampaknya tak ada yang tinggal diam, mereka segera ambil bagian untuk saling membantu satu sama lain.
Jika ada remah-remah kecil yang tertinggal, segera teman-temannya yang lain membereskannya. Kelihatannya memang nampak seperti saling berebut makanan, namun jika diamati lebih lagi ternyata mereka tidak saling berebut. Mereka tahu perannya masing-masing dalam team. Jika remah-remah kecil tersebut tampak masih terlalu berat untuk diangkat sendiri, temannya yang lain segera datang untuk membantunya dan diangkat berdua bahkan bertiga.
Sedikit iseng, aku mencoba menghalangi jalannya semut tersebut dengan sebuah kalender meja, dengan maksud supaya mereka tidak dapat melewatinya. Namun tampaknya mereka tak kenal menyerah. Mereka tetap mencari cara dan jalan keluar dengan memanjat maupun memutarinya untuk menuju pada tujuannya.
Setelah mengamati beberapa saat, ayahku bertanya kepadaku "Apa yang kamu dapatkan dari yang diajarkan oleh semut-semut ini?" Jawabku "Mereka adalah makhluk pekerja keras, dan setiap mendapatkan pekerjaan yang berat mereka membangun team dan mengerjakannya secara bersama-sama. Mereka memiliki tingkat kepedulian yang tinggi satu sama lain. Dan mereka tidak mudah menyerah pada rintangan yang menghalanginya untuk menuju pada tujuan utamanya."
Setelah itu ayahku segera menyuruhku untuk mengambil Alkitab dan menyuruhku membuka pada Amsal 6 : 6 - 8 yang berbunyi "Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. Biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen."
Aku baru sadar, ternyata semut makhluk kecil, lemah dan kadang menjengkelkan serta menggangu tersebut memberi pelajaran berharga pada ku. Bahkan dalam Firman Tuhan secara tegas menyuruh kita yang selama ini bermalas-malas ria untuk segera belajar dan mencontoh semut, meskipun tidak ada yang menyuruh, tidak ada pimpinan atau boss yang mengawasi, mereka tetap bekerja keras mengumpulkan makanananya untuk masa-masa sulit secara bersama-sama. Pada salah satu sumber yang ku cuplik mengenai Filosofi Semut dalam dunia kerja disebutkan bahwa :
- Semut selalu bekerjasama
Mereka akan membawa makanan yang lebih berat dari berat tubuhnya bersama-sama untuk menuju sarangnya, kemudian mereka akan menyantapnya secara bersama-sama pula. Artinya setiap pekerjaan yang berat, tidak dapat dilakukan seorang diri, kita membutuhkan orang lain untuk mengerjakan secara bersama-sama. Dan kita juga harus menikmati berkat dari hasil upaya bersama itu juga bersama-sama. - Semut saling peduli
Semut selalu saling menyentuh satu sama lain setiap ketemu dengan sesamanya. Artinya semut mempunyai tingkat kepedulian dan kekerabatan yang tinggi. Mungkin jika dalam bahasa manusia mereka saling bertegur sapa atau bersalaman jika bertemu sesamanya. Artinya kita harus perduli dengan sesama, mengerti apa masalah yang dihadapi dan membantu apa yang menjadi kesulitannya. - Semut tidak mudah menyerah
Jika kita menghalang-halangi jalanya semut, ia akan selalu mencari cara dan jalan lain untuk menerobos, baik itu akan memanjat, masuk dalam celah-celah atau bahkan memutar. Artinya jangan menyerah pada satu tujuan yang telah ditetapkan. - Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin
Ini adalah cara pandang yang penting. kita tidak boleh menjadi begitu naif dengan menganggap musim panas akan berlangsung sepanjang waktu. Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di pertengahan musim panas. Karena sangat penting bagi kita untuk bersikap realitis. Di musim panas kita harus memikirkan tentang halilintar. Kita seharusnya juga memikirkan badai sewaktu kita menikmati pasir dan sinar matahari. Artinya kita harus Berpikir ke depan, seperti halnya ’sedia payung sebelum hujan’. - Semut Menganggap Semua Musim Dingin Sebagai Musim Panas
Ini juga penting. Selama musim dingin, semut mengingatkan dirinya sendiri, “Musim dingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan melalui masa sulit ini.” Maka ketika hari pertama musim semi tiba, semut-semut keluar dari sarangnya. Dan bila cuaca kembali dingin, mereka masuk lagi ke dalam liangnya. Lalu, ketika hari pertama musim panas tiba, mereka segera keluar dari sarangnya. Mereka tak dapat menunggu untuk keluar dari sarang mereka.
Demikian pelajaran berharaga yang ku dapat dari semut-semut yang mungkin menggangu dan menjengkelkan tersebut. Semoga memberi makna.
Minggu, 21 Maret 2010
Arti Hidup Kita dalam 7 Hari
1. Senin
• Adalah singkatan dari “Semangat nan indah”
Sebagian orang mengharap-harap tibanya hari Senin karena hari itu mereka mendapat uang. Yang telah libur, kembali berjualan sehingga uang masuk lancar lagi. Yang bekerja harian, berarti upah harian akan diterima kembali. Sebagian orang tidak suka dengan hari Senin. Yang malas bekerja merasakan beban berat karena Senin berarti mulai bekerja kembali. Yang tadinya bisa santai di rumah, kini harus kembali masuk kantor. Anak sekolah kembali bersekolah, tidak bisa main-main PlayStation lagi. Para ibu harus bangun pagi lagi untuk memasak makan pagi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Ada yang menunggu-nunggu hari Sabtu lagi yang rasanya masih sangat lamaaaa… Apapun sikap yang kita pilih, tidak akan merubah hari Senin. Senin tetap datang. Senin tetap harus kita lalui entah kita senang atau tidak. Sikap mana yang akan kita pilih? Memulai hari Senin dengan menggerutu atau memulai hari Senin dengan Semangat nan indah?
2. Selasa
• Adalah singkatan dari “Selalu luar biasa”
Ada orang yang berpendapat bahwa Selasa adalah hari yang biasa saja. tidak ada yang luar biasa. Mengapa begitu??? Mengapa kita tidak membuatnya menjadi hari yang luar biasa? Luar biasa atau tidak, bukan tergantung dari nama hari atau pekerjaan kita. Tapi tergantung dari sikap hati kita. Tiap pagi saya bermain skipping (main tali) sebanyak 300 kali. Saya merasakan bedanya, ketika hati sedang malas, ya main tali jadi terasa berat. Tapi bila hati gembira, maka main tali menjadi ringan. Bahkan tanpa terasa bisa sampai 400 kali. Jadi saya selalu main tali sambil bernyanyi dan tersenyum.
3. Rabu
• Adalah singkatan dari “Rasakan bahagia dalam kalbu”
Apakah kita bersyukur hanya kalau kita mendapatkan sesuatu? Kalau sedang senang dan kita bersyukur, itu sih biasa. Tapi bagaimana kalau kita sedang ada masalah? Apakah kita menggerutu dan marah-marah? Apakah kita bisa mensyukuri setiap kejadian dalam hidup kita? Waktu anak saya masih kecil, dia sering menangis di malam hari. Padahal tiap hari saya harus bekerja. Tapi saya bersyukur bisa bangun di malam hari dan memberikan ASI kepada anak saya. Saya senang ketika di malam hari dia terjaga dan memanggil “Mama, Mama”. Malah saya sengaja melarang baby sitter untuk bangun di malam hari dan mengurus anak saya. Saya pikir, toh tidak lama dia begitu. Nanti kalau dia sudah besar, dia tidak akan lagi memanggil “Mama, Mama” ketika terjaga di malam hari. Jadi saya nikmati keadaan itu. Saya syukuri saat-saat tiap malam saya bangun dan menggendong anak saya. Biarlah hati kita selalu dipenuhi rasa syukur. Biarlah kalbu berseri. Hati yang gembira adalah obat yang paling manjur.
4. Kamis
• Adalah singkatan dari “Kami sukses”
Apakah hari Kamis juga hari biasa? Bagaimana kalau kita membuatnya sebagai hari dimana kita sudah lebih sukses? Rasanya kita perlu mengingat kembali pentingnya “Berpikir Positif”. Bagaimana kalau tiap minggu kita mendapatkan sukses? Bagaimana kalau tiap hari? Apakah mungkin? Tentu saja. Yang perlu dilakukan adalah selalu berpikir positif. Kapan saja, dimana saja, dan siapa saja... Bila seseorang berkata kepada kita: “Wah, enak ya kerja disana?” Daripada berkata: ”Enak apanya? Biasa saja kok”, mengapa kita tidak berkata: “Amin”. Bila seseorang berkata: “Pasti kamu banyak uang”. Daripada berkata: “Ga kok, Siapa bilang banyak uang?” Lebih baik kita berkata: “Amin”. Kalau nanti benar benar banyak uang, siapa yang menikmati? Kita sendiri kan?
5. Jumat
• Adalah kepanjangan dari “Juga amat hebat”
Seringkali Jumat menjadi hari yang kurang produktif karena sudah mendekati Sabtu, sehingga pikiran sudah ke hari libur. Mengapa menyia-nyiakan satu hari dalam hidup kita? Bagaimana kalau kita menjadikannya hari Jumat yang Juga Amat Hebat? Bagaimana kalau kita menggunakan hari ini untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda? Memeriksa surat masuk? Mengevaluasi hari-hari kemarin? Mengatakan hal-hal indah yang belum sempat dikatakan?
6. Sabtu
• Adalah kepanjangan dari “Saatnya bersatu”
Hari Sabtu bisa menjadi hari yang produktif atau tidak produktif. Semuanya tergantung diri sendiri. Seorang Pengusaha justeru paling produktif di hari Sabtu karena dia bisa memeriksa semua pekerjaan, memantau hasil kerja karyawan, mencari ide baru, dan puluhan kegiatan lain yang sangat bermanfaat. Bahkan dia membuat hari Sabtu sebagai hari dimana dia mendengarkan semua masalah yang dihadapi anak buahnya. Orang tua yang libur dan ingin membina kedekatan dengan anak-anaknya bisa memanfaatkan hari Sabtu untuk bermain bersama, berenang, makan bareng, membersihkan rumah bersama atau jalan-jalan. Daripada hanya duduk dan masing-masing nonton acara tv kesukaannya tanpa adanya komunikasi. Pasangan yang saling mencintai bisa menggunakan hari ini untuk saling mengerti bukan hari untuk bertengkar.
7. Minggu
Adalah kepanjangan dari “Mari ingat berkah seminggu"
Hari Minggu bisa dijadikan hari bermalas-malas atau bisa juga menjadi hari untuk mengevaluasi diri kita. Untuk mengevaluasi sikap kita. Apa yang telah dilakukan dalam seminggu? Apa yang salah? Apa yang benar? Apa yang dapat kita lakukan lebih baik minggu depan? Apa rencana baru yang perlu dibuat? Bagaimana supaya minggu depan lebih sukses? Bagaimana caranya bekerja lebih baik? Bagaimana caranya agar tidak terlambat masuk kerja? Dan seribu satu kegiatan lain. Dengan demikian hari Senin akan kita nantikan dengan semangat karena kita telah punya rencana yang akan diterapkan. Hari Senin menjadi awal minggu depan yang lebih sukses.