Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 12 November 2010
Minggu, 24 Agustus 2008
Pantai Malalayang, Tempat Wisata Rakyat Murah Meriah Di Manado
Siang itu, meski cuaca sangat terik menyengat kulitku, ku coba untuk menghilangkan kepenatan dari rutinitas sehari-hari di tempat kerja. Setelah ku stater motor buntutku, tanpa ada teman yang menemani, langsung ku tancap gas menuju pantai Malalayang. Jaraknya pun tidak terlalu jauh dari tempatku tinggal di Manado, hanya sekitar 4 Km. Tetapi salama ini meskipun sudah satu tahun lebih tinggal disini, baru kali ini aku menyempatkan diri untuk singgah melihat suasana pantai pusat rekreasi rakyat Manado, yang sebenarnya sering aku lewati begitu saja. Setelah mampir disalah satu warung pinggir pantai, sambil pesan pisang goreng dan satu botol cocacola, kulepaskan pandanganku di sekeliling pantai, dengan pikiran sedikit terheran-heran.
Sebab, sebenarnya buat saya pribadi, tidak ada yang menarik dari kondisi pantai ini dijadikan sebagai tempat wisata rakyat. Sebab, dilihat dari struktur pantai, kondisinya tidak seperti pantai-pantai yang sering aku kunjungi di daerah Jawa yang mempunyai pasir putih yang gemilau, dengan ombak laut yang bisa diajak bercanda ria, serta fasilitas wisata yang memadai. Tetapi untuk pantai Malalayang ini, kondisi struktur pantainya dipenuhi dengan batu-batu hitam, seperti batu kali (sungai) yang keras yang terdapat disepanjang pantai. Kondisi ombaknya pun relative tenang, sehingga susah untuk diajak bercanda. Dan jangan harap menemukan hamparan pasir yang bisa dipakai untuk bermain membuat istana pasir atau volley pantai. Anehnya, setiap hari libur atau hari-hari biasa di sore hari, sepanjang pantai Malalayang ini dipenuhi oleh masyarakat Manado dan sekitarnya sebagai tempat rekreasi keluarga.
Meskipun pesisir pantai dipenuhi dengan batu-batu tajam dan keras, tetapi nampaknya masyarakat Manado dan sekitarnya tidak menghiraukan hal itu. Sebab, disinilah satu-satunya tempat wisata rakyat yang murah meriah, dan aksesnya dekat untuk ditempuh. Sehingga mereka nampak antusias berekreasi bersama keluarga di pantai berbatu tersebut.
Sebagai fasilitas pendukungnya, di sepanjang pinggir pantai, dipenuhi oleh para pedagang pisang goreng, dan jenis makanan lainya. Sehingga, setelah mandi air laut paling sedap katanya langsung makan pisang goreng panas-panas lengkap dengan dabu-dabunya. Di sekitar situ juga terdapat fasilitas penyewaan ban pelampung dan sepeda air (bebek-bebekan), yang selalu ramai bahkan antri untuk dipakai oleh pengunjung.
Nampaknya fasilitas public seperti inilah yang seharusnya dikembangkan oleh pemerintah daerah, sebagai tempat wisata rakyat yang perlu dikelola secara professional. Sebab, selama di Manado masih sangat sedikit ditemukan fasilitas public yang nyaman dan murah yang dapat digunakan untuk tempat bersantai dan rekreasi keluarga. Kebanyakan rata-rata masyarakat kota Manado dan sekitarnya, lebih memilih pergi ke mall-mall untuk sekedar cuci mata atau memuaskan hasrat belanja, yang menjadi kegemaran masyarakat Manado pada umumnya, sebagai sarana refresing. Tentunya, jika wisata alam seperti Pantai Malalayang dapat dikelola dengan bagus, hal itu dapat memberi alternatif yang lebih baik untuk pengembangan kota selanjutnya.
Minggu, 08 Juni 2008
Pulau Masa Kecilku “Karimun Jawa”
Karimun Jawa, dimana itu....?
Secara administratif Kepulauan Karimun Jawa merupakan salah satu Kecamatan dari Kabupaten Jepara Jawa Tengah, dan berada di sebelah utara Jepara dengan jarak sekitar 45 mil atau 85 Km perjalanan laut. Pulau indah dengan pasir putih yang gemilau ini mempunyai 27 gugusan pulau yang terdiri dari 5 pulau besar yang di huni yaitu Pulau Karimun Jawa, Pulau Kemojan, Pulau Genting, Pulau Parang dan Pulau Nyamuk. Sisanya adalah pulau-pulau kecil yang berada di sekitar pulau besar Karimun Jawa berjumlah 22 pulau.
Dengan luas wilayah teritorial 107.225 ha, yang sebagian besar berupa lautan (100.105 ha), sedangkan luas daratanya adalah 7.120 ha pulau ini di huni oleh beragam etnis yang mendiami, yaitu Jawa, Bugis, Madura, Bajo, Batak dll. Selain penduduk asli yang sudah berpuluh-puluh tahun menghuni pulau ini, Karimun Jawa juga banyak di datangi oleh para pendatang dari berbagai daerah di Indonesia untuk tinggal menetap baik dalam jangka waktu tertentu maupun sampai selamanya.
Akses transportasi menuju ke Karimun Jawa dapat ditempuh dengan perjalanan laut dengan menggunakan kapal ferry KM. Muria dari Pelabuhan Kartini Jepara seminggu dua kali pelayaran menuju Karimun Jawa, dengan lama perjalanan sekitar 8-9 jam. Tetapi jika anda pingin lebih cepat ada pula kapal cepat KMC. Kartini I yang dapat menempuh perjalanan dari Jepara ke Karimun Jawa hanya sekitar 2 jam, atau dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang ke Karimun Jawa dengan jarak tempuh 3 jam. Rata-rata dalam seminggu ke dua kapal ini melayani 2 kali pelayaran dari Jepara atau sebaliknya dari Karimun Jawa. Tetapi jika anda masih pingin lebih cepat lagi untuk sampai di Karimun Jawa, anda dapat menggunakan pesawat dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Bandara Dewa Daru Karimun Jawa, tapi sayang sejak tahun 1997 karena krisis moneter yang menghantam negeri kita, penerbangan ke Karimun Jawa sudah tidak melayani reguler. Untuk bisa menikmati penerbangan ke Karimun Jawa anda harus menyewa pesawat jenis Cassa 212 yang disediakan oleh Kura-Kura Resort, tentunya anda harus persiapkan kantong lebih tebal.
Beragam fasilitas wisata telah dibangun di sana, dari berbagai homstay milik penduduk setempat yang telah menjamur sampai berbagai resort mewah yang menawarkan berbagai paket wisata eksklusif.
Sedikit menoleh kebelakang dari kisah kecilku
Karena orang tuaku mendapat SK dinas penempatan di pulau itu pada Dinas Perikanan dan Kelautan, maka secara otomatis kami harus tinggal di pulau tersebut. Masa belia sampai kanak-kanak ku habiskan dalam keceriaan anak pulau yang lugu. Bermain menghabiskan hari dengan mandi air laut, melompat dari anjungan kapal yang tingginya hampir 5 m tanpa takut sedikitpun, menyelam diantara karang dan ikan yang berlalu lalang, tersengat sabetan ubur-ubur ganas diantara paha yang hampir merenggut nyawa tetapi tidak membuatku jera, mendayung perahu sampan sambil menentang arus, mengail di tengah teriknya matahari hingga hangus kulitku dan merah rambutku, bermain bola, bermain perahu gabus, bertengkar dan menangis tetapi akur kembali dengan teman-temanku dalam canda dan tawa. Itulah masa kecilku yang indah.
Menempuh sekolah dasar di SDN1 Karimun Jawa, hingga lulus dan akhirnya aku melanjutkan ke Pulau Jawa. Meskipun setiap liburan panjang, pasti ku sempatkan untuk main kesana, menikmati kembali masa kejayaan waktu kecil.
Dahulu pulau itu tidak seramai sekarang, tetapi syukurlah perubahan jaman sudah mengubah dan memoles kecantikannya. Entah kapan lagi aku dapat mengunjungi pulau tersebut, tetapi suatu saat ku ingin kembali sejenak, untuk mengunjungi teman-teman lamaku disana. Entah mereka masih mengenalku atau tidak, tetapi aku masih mengingat kalian kawan-kawanku, meskipun sudah banyak hal yang berubah.
Langganan:
Postingan (Atom)