Rabu, 24 Februari 2010

Menyulam Kembali, Hutan Mangrove yang tlah Kritis


Senja itu, sang Surya telah kembali ke singgasananya dengan keanggunannya dan aku mengintipnya di antara celah-celah pohon bakau yang tak rimbun lagi. Dahan demi dahan telah banyak yang patah, bahkan pohon yang lainnya hanya tinggal batang tanpa daun, dan di sebelahnya lagi bahkan hanya tinggal cerita "bahwa di sini dulunya adalah bekas hutan mangrove, namun sekarang...lihatlah pantai itu terbuka menyisakan seribu duka. Sedikit mengundang tanda tanya dalam diriku, lalu kemana hutan itu sekarang?
 

Keesokan harinya, aku kembali kepantai itu lagi. Tak jauh dari sana ku lihat bahwa kondisi hutan mangrove itu sudah tak dapat di katakan hutan lagi, karena hanya ada beberapa pohon saja yang menghiasi.

Tak banyak yang menyadari memang mengenai manfaat dan fungsi dari hutan mangrove bagi lingkungan kita. Pohon-pohon bakau itu rusak karena ketidak tahuan masyarakat kita, yang memanfaatkan kayu bakau untuk di jadikan kayu bakar dan keperluan-keperluan lain. Disisi lain, akibat kerusakan hutan bakau, maka akan mengakibatkan abrasi pantai dan berkurangnya sumber daya alam yang dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Karena manfaat dari hutan mangrove adalah, selain melindungi pantai dari abrasi dan tsunami,  pohon bakau juga berfungsi sebagai tempat bertelur dan berkembang biaknya ekosistem pantai seperti ikan, kepiting dan udang, dan tentu saja keberadaan hutan bakau turut menjaga dan melindungi bumi ini dari global warming.



 Kini mungkin saatnya bagi kita untuk kembali memperhatikan lingkungan kita. Melalui sebuah tindakan nyata dengan melakukan penanaman kembali pohon-pohon bakau di lokasi-lokasi yang telah kritis, untuk generasi saat ini dan generasi yang akan datang.

Foto-foto ini adalah sebuah hasil upaya kami dalam memberi penyadaran dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir di sekitar Pantai Dusun Bahowo, Desa Darunu dan di Pantai Molas Manado.

 
















Semoga mereka tetap terus menjaga kelesatarian hutan mangrove, untuk bumi yang lebih baik.



Sabtu, 20 Februari 2010

Ketika Air Menjadi Listrik

Kita tahu bersama bahwa air dapat dirubah untuk dijadikan listrik, tentu saja yang dimanfaatkan adalah tenaga air yang mengalir untuk mendorong supaya turbin dapat berputar, lalu dari tenaga putar statis yang dihubungkan dengan generator listrik itu listrik dihasilkan. Berikut perjalanan air itu, sampai kerumah anda untuk menyalakan lampu.


Bermula dari sungai ini. Ini adalah Sungai yang ada di desa Buata di perbatasan antara Provinsi Sulut dengan Provinsi Gorontalo. Dari sungai ini, mungkin juga sungai-sungai lain di Suluruh Indonesia yang sudah dimanfaatkan untuk menjadi listrik tenaga air.

Sungai tersebut kemudian di bendung, di belakang saya foto ini adalah sebuah bendungan yang belum lama di bangun di desa Buata.


Ini tampak sungai yang di bendung, untuk ditinggikan airnya.

Lalu dibuat saluran tersendiri untuk dialirkan menuju turbin.


ini adalah saluran dari bendungan utama menuju rumah turbin.


Ini adalah rumah turbin, tampak di belakang ada sebuah pipa biru besar yang berasal dari saluran dari bendungan diatas. Air itu di jatuhkan ke bawah melalui pipa tersebut dengan ketinggian sekitar 200 m untuk memutar turbin.


Ini adalah turbin yang berada di dalam bangunan diatas, air yang disalurkan dari atas tadi di tangkap oleh turbin ini. Dari turbin ini lah, tenaga air dirubah menjadi listrik.


Kemudian listrik di olah melalui gardu-gardu penyetabil dan kemudian di salurkan.


Ini adalah proses dimana, listrik yang telah dihasilkan dari turbin tadi disalurkan melalui tiang-tiang atau menara sutet ke rumah-rumah.


Dari situlah kita dapat menikmati listrik untuk segala kebutuhan kita, seperti untuk penerangan, menghidupkan tv, komputer dll.

Sebenarnya masih banyak sumber-sumber energi lain yang bisa dimanfaatkan untuk diubah menjadi listrik, dan di Indonesia memiliki sumber-sumber itu, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga sampai saat ini, beberapa daerah di Indonesia masih kekurangan pasokan listrik, dan jangan heran bila listrik masih sering mati di daerah anda.

Kamis, 18 Februari 2010

Danau Moaat dan Danau Tondok, Si Cantik yang tersembunyi











Bagai kakak beradik, itulah danau Tondok dan Danau Moat. Danau yang terletak di Kabupaten BolangMongondow ini memiliki pesona keindahan yang cukup luar biasa, namun sayang danau ini kurang mendapat sentuhan dan belum banyak pula orang yang berkunjung ke kedua danau tersebut. Selain letaknya yang cukup jauh dari pusat kota Manado, danau ini disinyalir mengandung cerita misteri didalamnya. Entah benar atau bukan, saya kurang tahu. Namun katanya ada beberapa orang yang hilang di telan kedua danau tersebut, namun menurutku mungkin saja mereka tenggelam karena tidak bisa berenang.


Pesona Danao Tondok, si Anggun yang mesterius





Danau Moat, tampak dua pulau kecil didalamnya.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...